Pada2 -9 Oktober 2015bertempat di Hotel Balairung Jakarta, Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer mengadakan Peningkatan Kapasitas Dokter dalam Pelayanan Medik Herbal. Pelatihan ini melibatkan peserta sebanyak 20 dokter dari 20 Rumah Sakit di Indonesia yang tersebar di 16 provinsi. Pelatihan ini merupakan pelatihan yang kedua kalinya setelah sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan yang serupa pada tahun 2013. Dengan demikian, sampai akhir tahun 2015 ini telah tersedia 50 dokter yang memiliki kemampuan dalam pelayanan medik herbal di 50 Rumah Sakit di Indonesia yang tersebar di 27 Provinsi.

pkdokter1pkdokter2

Sasaran pelatihan ini adalah tenaga medis dengan tujuan untuk memberikan kemampuan medik herbal guna mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional integrasi. Peningkatan Kapasitas Dokter dalam Pelayanan Medik Herbal merupakan bentuk pelaksanaan dari pengembangan pendidikan keprofesian berkelanjutan yang juga merupakan amanat dari Undang-Undang No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Pelatihan ini telah terakreditasi oleh Pusdiklat Aparatur Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).Materi yang diberikan pada pelatihan ini meliputi kebijakan pengembangan program pelayanan kesehatan tradisional, medikoetikolegal pelayanan medik herbal, konsep farmakologi dan pelayanan medik menggunakan obat herbal.

Di penghujung pelatihan, peserta juga diajak melakukan kunjungan lapangan  guna menambah pengetahuan dan memberikan gambaran tentang pelayanan kesehatan tradisional integrasi menggunakan herbal. Adapun kunjungan lapangan dilaksanakan di dua tempat, yakni ke Kampoeng Jamoe Martha Tilaar di Cikarang-Jawa Barat dan Unit Pengobatan Kedokteran Komplementer serta Satelit Obat Tradisional RS Kanker Dharmais Jakarta.

Harapan dari pelatihan ini, para peserta dapat melakukan pelayanan medik herbal di Rumah Sakit tempatnya bekerja.  Pelayanan medik herbal diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap dalam pelayanan kesehatan konvensional, dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan yang ada.

Adapun setelah penyelenggaraan pelatihan ini, Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer akan melakukan bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi dalam rangka melihat penyelenggaraan pelayanan medik herbal secara langsung sebagai acuan untuk pembuatan kebijakan selanjutnya. (Shita)

Comments are closed.

MEDIA CETAK TRADKOM

cover2_media_tradkom

Poster Yankestrad 48cm x 62cm REV